Proposal dan
surat-surat itu akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai
perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi
mimpimupun tentang proposal. Tentang surat-surat yang belum di tanda tangan,
proposal yang dicoret-coret. Lagi-lagi memang seperti itu. Ia akan menyedot
saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel
di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur
dipaksa berlari.
