Tuesday, 14 May 2013

Cerpen: Cinta Laki-laki Biasa


MENJELANG hari H, Nania masih sukar mengungkapkan alasan kenapa dia mahu menikah dengan lelaki itu. Setelah melihat ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sedar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania.
Mereka ternyata sama herannya.
“Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.
Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai

Saturday, 13 April 2013

Sebuah Tragedi




“Salsa, Suryo ngelaporin kamu ke BP. Cepetan kamu foto. Kayanya bentar lagi kamu dipanggil ke BP.” Arin meneriakiku dari luar.
Wajahku pucat. Tanganku dingin. Tidak cukupkah kejadian memalukan tadi? Ini kali pertama aku dipermalukan sekaligus disakiti. Perih.
“Iya Rin, makasih infonya,” jawabku singkat. Rina segera meluncur pergi, mencari informasi lagi.
“Salsa, kita ngedukung kamu kok,” Lia menepuk bahuku. Aku hanya mengangguk lemas.
Segera kutanggalkan jilbab putihku. Menyisir beberapa helai rambut kemudian menaburkan sedikit bedak putih di wajah. Ah, betapa bodohnya, bedak itu tak akan mempan menyembunyikan wajah pucatku.
“Ayo Salsa,” Lia membetulkan kerah bajuku.
Sebentar saja aku berkaca dan kemudian memandang sekeliling laboratorium biologi. Dari dalam sini bisa kulihat sekumpulan orang berkumpul di depan ruangan ini.
“Jpret..jpret..” cukup dua kali sang tukang foto mengambil fotoku. Foto yang akan kupakai seumur hidup. Foto ijazah. Segera saja aku memasang kembali jilbabku, merapikannya seperti semula.
“Tenangin diri kamu dulu Sa. Tadi aku dapet surat panggilan dari BP, kamu dipanggil sekarang. Tapi kalau kamu belum siap jangan maksain diri. Ini minum dulu,” Arin yang baru datang menyerahkan segelas air mineral dingin.
“Makasih Rin, mending sekarang aja biar semuanya langsung beres.” Aku minum sebentar dan langsung meluncur ke ruang BP ditemani kedua sahabatku. Di luar, seperti yang kuluhat tadi, ada sekelompok orang berkumpul. Saat aku lewat, mereka memandangiku dalam diam. Entahlah, seperti pandangan iba, kasihan, atau apalah itu. Perasaanku lengkap seperti terdakwa yang akan diadili.
“Salsa, kami dukung kamu kok. Semangat yaa. Kita semua juga tahu si Suryo itu orang macam apa” Saras, teman sekelasku, salah satu dari mereka angkat bicara. Entahlah, kalimat itu sedikit membuat hatiku tenang.

Friday, 12 April 2013

Biarkan !!

 Ini bukan tentang aku, kau ataupun dia. Ini murni tentang rasa pada diriku sendiri yang telah lama mati. maka tak usah kau risau jika sesekali aku terlihat aneh, diam, ataupun sengaja mengurung diri. tak usah pula kau bersikap seakan bersalah sehingga kau terlalu menjaga

Wednesday, 10 April 2013

Aku Tak Meminta Nasehatmu !!




Saat aku memintamu untuk mendengarkan dan engkau mulai memberikan nasihat, engkau tidak melakukan apa yang kuminta. Saat aku memintamu untuk mendengarkanku dan engkau mulai bertutur mengapa seharusnya  aku tak merasa begitu, engkau menghina perasaanku. Saat aku memintamu untuk mendengarkan dan engkau merasa harus melakukan sesuatu untuk memecahkan masalahku, engkau mengecewakanku, meski mungkin ini terdengar aneh. Dengarkan! Aku hanya memintamu untuk mendengarkan; bukan berbicara atau berbuat—dengarkan saja aku... Aku bisa berbuat  sendiri, aku bukan tak berdaya. Mungkin agak kurang semangat dan kehilangan kepercayaan diri, tetapi bukan tak berdaya. Jika engkau melakukan sesuatu untukku, padahal aku bisa dan harus kulakukan sendiri, engkau hanya menambah rasa takut dan perasaan ketidakmampuanku. Tapi, jika engkau menerima kenyataan bahwa aku merasakan apa yang aku rasakan, seberapapun tak masuk akalnya, maka aku bisa berhenti berusaha meyakinkanmu dan mulai berusaha memahami apa sebenarnya dibalik perasaanku yang tidak masuk akal itu. Dan jika hal itu sudah jelas, jawabannya pasti akan muncul dan aku tak perlu nasihat. The 8 habit (steven R Covey)


gambar bisa diambil di sini

Monday, 11 March 2013

Usai


Biarkanlah, dua hari itu pergi. Dua jejak masa lalu.
Biarlah ia berakhir begitu saja, dengan atau tanpa adaku di sana. Kita sudah sama-sama dewasa.  Tak perlu ada penanda dramatis atau tetangisan berurai air mata, apalagi menahan waktu agar masa kita lebih lama.
Maka setelah hari ini berakhir, tak perlu lagi kita mencari alasan tuk saling berjumpa. Tak usah lagi mencoba bersuara untuk saling sapa.
Namun jika boleh mengatakan

Tuesday, 5 March 2013

Surat Cinta



Teruntuk Indonesiaku..
tercinta,
Sayangku..
Tahukah kamu,
Tadi malam aku bermimpi. Entah bagaimana, tiba-tiba masaku meluncur begitu saja ke angka 36. Masa emas Indonesia 2030. Masa ketika aku sedang jaya-jayanya memiliki empat pahlawan kecil lucu-lucu, suami yang selalu setia mendampingiku, dan juga karir yang semakin kuat saja mengepakkan sayapnya. Saat itu aku bahagia, sangat amat bahagia. Tapi bukan itu yang ingin kuceritakan padamu sayang, bahaga kita lebih dari itu.
Aku ingin bercerita tentang sebuah bahagia yang lain yang membuat semangatku selalu kembali meletup-letup

Wednesday, 27 February 2013

Don't You Quit

 

Teringat kata-kata seorang teman..

 

When things go wrong, as they sometimes will,

When the road you're trudging seems all uphill,
When the funds are low and the debts are high,
And you want to smile, but you have to sigh,
When care is pressing you down a bit-
Rest if you must, but don't you quit. 

Alhamdulillah akhirnya inget password blog, semoga azzam buat nulis rutin di blog bukan hoax!